KONDISI GAWAT DARURAT YANG DIJAMIN BPJS

image

Peserta BPJS bisa mendapat pelayanan gawat darurat dimanapun, bahkan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS. Wow…
Ini tentu berita gembira bagi peserta yang tidak mau antri di poli.
Tetapi tunggu dulu, supaya anda tidak kaget pada waktu disuruh membayar biaya pelayanan  UGD, anda harus tahu apa itu gawat darurat dan kondisi apa saja yang bisa ditangani gratis.

APA YANG DIMAKSUD KONDISI DARURAT?
Kondisi darurat adalah kondisi yang apabila tidak segera diberi pertolongan,  bisa mengakibatkan kecacatan, keparahan bahkan kematian.

Setelah kondisi kedaruratan terlewati, peserta harus pindah ke fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS, apabila ingin menggunakan haknya sebagai peserta.

BAGAIMANA bila kondisi pasien tidak termasuk dalam kriteria gawat darurat?
Dalam kondisi TIDAK gawat darurat, biaya pelayanan tidak ditanggung BPJS.  Jadi peserta membayar sendiri dan TIDAK BISA diklaimkan ke BPJS.
Maka, yang dibawah ini, yaitu kriteria gawat darurat yang dijamin BPJS, harus anda ketahui.

KRITERIA GAWAT DARURAT menurut BPJS
Kasus Gawat Darurat yang termasuk dalam daftar inilah yang ditanggung BPJS:
GAWAT DARURAT  ANAK
No.
DIAGNOSA

1.
Anemia sedang/berat

2.
Apnea/gasping

3.
Bayi ikterus, anak ikterus

4.
Bayi kecil/prematur

5.
Cardiac arrest/payah jantung

6.
Cyanotic spell (penyakit jantung)

7.
Diare profus ( > 10x/hr) disertai dehidrasi/pun tidak

8.
Difteri

9.
Ditemukan bising jantung/aritmia

10.
Edema/ bengkak seluruh badan

11.
Epistaksis, tanda perdarahan lain disertai febris

12.
Gagal ginjal akut

13.
Gangguan kesadaran, fungsi vital masih baik

14.
Hematuri

15.
Hipertensi berat

16.
Hipotensi/ syok ringan sampai sedang

17.
Intoksikasi(minyak tanah, baygon) keadaan umum masih baik

18.
Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital (minyak tanah, baygon)

19.
Kejang disertai penurunan kesadaran

20.
Mutah profus (>6x sehari), disertai dehidrasi/tidak

21.
Panas tinggi >40 C

22.
Sangat sesak, gelisah, kesadaran menurun, sianosis, ada retraksihebat/penggunaan otot pernafasan sekunder

23.
Sesak tai kesadaran dan keadaan umum masih baik

24.
Shock berat (profound); nadi tidak teraba, teranan darah tidak terukur, termasuk DSS

25.
Tetanus

26.
Tidak kencing >8jam

27.
Tifus abdominalis dengan komplikasi

GAWAT DARURAT BEDAH
1.
Abses serebri

2.
Abses submandibula

3.
Amputasi penis

4.
Anuria

5.
Apendisitis akut

6.
Atresia ani (tidak bisa BAB sama sekali)

7.
BPH dengan retensi urin

8.
Cedera kepala berat

9.
Cedera kepala sedang

10.
Cedera tulang belakang (vertebral)

11.
Cedera wajah dengan gangguan jalan nafas

12.
Cedera wajah tanpa gangguan jalan nafas, al:
Patah tulang hidung/nasal terbuka dan tertutup
Patah tulang pipi (zygoma) terbuka dan tertutup
Patah tulang rahang (msxils dsn msndibula) terbuks dsn tertutup
Luka terbuka daerah wajah

13.
Cellulitis

14.
Cholesistitis akut

15.
Corpus alienum pada:
Intra cranial
Leher
Thorax
Abdomen
Anggota gerak
Genetalia

16.
CVA bleeding

17.
Dislokasi persendian

18.
Drowning

19.
Flail chest

20.
Fraktur tulang kepala

21.
Gastroschisis

22.
Gigitan binatang/manusia

23.
Hanging

24.
Hematothorax dan pneumothorax

25.
Hematuria

26.
Hemoroid grade IV (dengan tanda strangulasi)

27.
Hernia incarcerata

28.
Hidrocephalus dg TIK meningkat

29.
Hirschprung disease

30.
Ileus obstruksi

31.
Internal bleeding

32.
Luka bakar

33.
Luka terbuka daerah abdomen

34.
Luka terbuka daerah kepala

35.
Luka terbuka daerah thorax

36.
Meningokel/myelokel pecah

37.
Multiple trauma

38.
Omfalokel pecah

39.
Pancreatitis akut

40.
Patah tulang dengan dugaan cedera pembuluh darah

41.
Patah tulang iga multiple

42.
Patah tulang leher

43.
Patah tulang terbuka

44.
Patah tulang tertutup

45.
Periappendiculatta infiltrate

46.
Peritonitis generalisata

47.
Phlegmon dasar mulut

48.
Priapismus

49.
Prolaps recti

50.
Rectal bleeding

51.
Ruptur otot dan tendon

52.
Strangulasi penis

53.
Tension pneumothorax

54.
Tetanus generalisata

55.
Torsio testis

56.
Tracheo-esophagus fistel

57.
Trauma tajam dan tumpul daerah leher

58.
Trauma tumpul abdomen

59.
Traumatik amputasi

60.
Tumor otak dengan penurunan kesadaran

61.
Unstable pelvis

62.
Urosepsi

GAWAT DARURAT KARDIO VASKULER
No.
Diagnosa

1.
Aritmia

2.
Aritmia dan shock

3.
Cor pulmonum decompensata yang akut

4.
Edema paru akut

5.
Henti jantung

6.
Hipertensi berat dengan komplikasi (hipertensi enchelopati, CVA)

7.
Infark miocard dengan komplikasi (shock)

8.
Kelainan katup jantung dengan gangguan ABC (Airway, Breathing, Circulation)

9.
Kelainan jantung bawaan dengan gangguan ABC (Airway, Breathing, Circulation)

10.
Krisis hipertensi

11.
Miokarditis dengan shock

12.
Nyeri dada

13.
Sesak nafas karena payah jantung

14.
Syncope karena penyakit jantung

GAWAT DARURAT  KEBIDANAN
No.
Diagnosa

1.
Abortus

2.
Distosia

3.
Eklampsia

4.
KET (Kehamilan Ektopic Terganggu)

5.
Perdarahan Antepartum

6.
Perdarahan Post partum

7.
Inversio uteri

8.
Febris puerperalis

9.
Hiperemesis gravidarum dengan dehidrasi

10.
Persalinan kehamilan resiko tinggi dan atau persalinan dengan penyulit

GAWAT DARURAT  MATA
No.
Diagnosa

1.
Benda asing di kornea mata/ kelopak mata

2.
Blenorrhoe/ gonoblenorrhoe

3.
Dakriosistitis akut

4.
Endoftalmitis/panoftalmitis

5.
Glaukoma:
Akut
sekunder

6.
Penurunan tajsm penglihatan mendadak:
ablasio retina
CRAO
Vitreous bleeding

7.
Selulitis Orbita

8.
Semua kelainan kornea mata:
Erosi
Ulcus/abses
Desematolis

9.
Semua trauma mata:
Trauma tumpul
Trauma fotoelektric/ radiasi
Trauma tajam/ tajam tembus

10.
Trombosis sinus kavernosus

11.
Tumor orbita dengan perdarahan

12.
Uveitis/skleritis/iritasi

GAWAT DARURAT  PARU
No.
Diagnosa

1.
Asma bronchitis moderate severe

2.
Aspirasi pneumonia

3.
Emboli paru

4.
Gagal nafas

5.
Injury paru

6.
Massive hemoptisis

7.
Massive pleural effusion

8.
Oedema paru non cardiogenic

9.
Open/closed pneumothorax

10.
PPOM eksaserbasi akut

11.
Pneumonia sepsis

12.
Pneumothorax ventil

13.
Recurrent hemoptoe

14.
Status asmatikus

15.
Tenggelam

GAWAT DARURAT  PENYAKIT DALAM
No.
Diagnosa

1.
Demam Berdarah Dengue (DBD)

2.
Demam tifoid

3.
Disequilibrium pasca HD

4.
Gagal Ginjal Akut

5.
GEA dan dehidrasi

6.
Hemetemesis Melena

7.
Hematochezia

8.
Hiertensi maligna

9.
Keracunan makanan

10.
Keracunan obat

11.
Koma metabolik

12.
Leptosspirosis

13.
Difteri

14.
Malaria

15.
Obsevasi shock

GAWAT DARURAT THT
No.
Diagnosa

1.
Abses di bidang THT & kepala leher

2.
Benda asing laring/trackea/bronchus dan benda asing tenggorokan

3.
Benda asing telinga dan hidung

4.
Disfagia

5.
Obstruksi jalan nafas grade II/III Jackson

6.
Obstruksi jalan nafa IV Jackson

7.
Otalgia akut (apapun penyebabnya)

8.
Parese fasialis akut

9.
Perdarahan di bidang THT

10.
Syock karena kelainan di bidang THT

11.
Trauma (akut) di bidang THT, Kepala dan leher

12.
Tuli mendadak

13.
Vertigo (berat)

GAWAT DARURAT SYARAF
No.
Diagnosa

1.
Kejang

2.
Stroke

3.
Meningoenchepalitis

*** I care then I share ***

Sumber: panduan praktis PENJAMINAN PELAYANAN KESEHATAN DARURAT MEDIS_ bpjs

https://www.dropbox.com/s/q0e3y04eiv83yx2/BPJS%20gawat%20darurat.docx

Iklan

39 pemikiran pada “KONDISI GAWAT DARURAT YANG DIJAMIN BPJS

  1. Permisi mau tanya
    Saat ini ibu saya sedang berada di jogja , dan beliau sedang sakit gejala tipus dan saran dokter kalau memang positif terkena tipus beliau harus di rawat di rs. Apakah bisa menggunakan bpjs karna waktu itu kami buat di surabaya ?
    Thx , saya tunggu jawabanya

  2. Kalau untuk kasus syaraf tulang belakang kejepit sehingga menyebabkan kelumpuhan selama 3tahun.. apa masih bisa ditanggung biaya operasi nya ? Dan berapa yg di tanggung untuk pemegang kartu bpjs kelas 1 ? Tolong info nya ya.. thanks..

    1. Ditanggung bpjs.
      Harusnya tdk ada tambahan tanggungan untuk peserta, tp silahkan tanya langsung ke petugas RS dimana anda mau operasi, krn mungkin (faktanya) bbrp RS mempunyai kebijaksanaan yg berbeda

  3. Pagi… Mo tanya klo faskes tingkat I tutup krn libur nasional ( 1,2,3 Jan 15), dan terjadi masalah kesehatan dimana saya pd waktu itu separuh badan serasa kesemutan, krn faskes I tutup sy bw ke RS, tapi pd waktu itu RS dan di IGD bukan penyakit yang kategori bukan darurat, jadi tetap hrs lewat/rujukan dari faskes, saya tetap dikenakan biaya pengobatan. Yang ingin saya tanyakan, apakah biaya bisa diklaimkan di BPJS?

      1. sore dokter, tanya, kalau bedah saraf karena pecah pembuluh darah otak (hipertensi ), apakah bisa di cover BPJS ? kartu BPJS kelas 2. terima kasih dokter

  4. mau tanya mbak, kalau RS punya kebijakan sendiri mengenai operasi syaraf tulang belakang, bagaimana kita bisa mengetahuinya? kejadian pada ibu saya pemegang BPJS kelas 1 yang naik kekelas VIP karena tidak dapat kamar, ketika kami tanyakan berapa yang diampu BPJS pihak RS tidak bisa menjawab menunggu hasil akhir. sedang BPJS setempat memang mengatakan biaya operasi ditanggung..nuwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s